Minggu, 05 April 2009

Gagal Panen

Gagal Panen, Transmigran Jual Rumah

Banjarmasin, Kompas - Dari sekitar 150 keluarga di lokasi transmigrasi Desa Tambak Padi, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kini transmigran asal Pulau Jawa tinggal lima keluarga. Para transmigran yang selalu mengalami gagal panen di daerah rawa tersebut banyak menjual rumahnya untuk pulang ke Jawa.

"Sekarang tinggal lima keluarga, itu pun kondisinya sudah memprihatinkan karena tidak ada yang bisa dipanen," tutur Jemedi Yusuf, perwakilan transmigran, saat ditemui di Banjarmasin, Selasa (6/7).

Satu per satu para transmigran yang mayoritas transmigran korban daerah konflik Nanggroe Aceh Darussalam, Ambon, dan Sampit (Kalimantan Tengah) tersebut pulang ke Pulau Jawa. "Yang terakhir dua keluarga pulang ke Jawa setelah menjual rumahnya untuk bekal pulang," ujar Jemedi.

Menurut dia, satu rumah berikut pekarangan 100 meter persegi dijual Rp 400.000. "Sekarang banyak rumah dibongkar karena mereka tidak betah tinggal di daerah itu. Sejak dua tahun kami di sini tidak pernah panen," tambah Jemedi.

Para transmigran yang tersisa itu kehabisan bekal dan harta benda sejak pelarian dari daerah konflik Aceh dan Sampit. Bahkan, untuk menyekolahkan anak-anak di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama pun mereka sudah tak mampu lagi.

"Kami sudah tidak punya apa-apa. Sekarang kami hanya bekerja sebagai buruh, padahal sekolah sekarang ini serba mahal," ujar Jemedi. Bahkan, untuk makan sehari-hari pun mereka kesulitan.

Menunggu pindah

Satu-satunya harapan para transmigran di Aluh-Aluh Banjar adalah menunggu dipindahkan ke lokasi lahan kering, bukan rawa-rawa. "Kalau kami tetap tinggal di Aluh-Aluh, biaya yang harus kami keluarkan untuk bertani akan terlalu besar, itu pun selama ini tidak pernah panen," tutur Jemedi.

Akan dipindahkan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel A Munasib Halike menyatakan, pihaknya memaklumi kondisi transmigran asal Jawa di kawasan rawa-rawa itu. Karena itu, Munasib berjanji akan memindahkan para transmigran tersebut pada tahun 2004 ini.

"Tahun 2004 ini kami ada program transmigrasi untuk ditempatkan ke beberapa kabupaten. Mereka bisa diikutkan program transmigrasi tahun ini," ungkap Munasib.

Para transmigran menuturkan rasa gembira mereka mendapat jawaban dari dinas terkait tersebut. "Kami merasa lega karena dijanjikan akan dipindah ke daerah Jombang Tanah Bumbu," ucap Jemedi.

Namun, sebelum dipindahkan ke lokasi baru, para transmigran bingung karena saat ini harus mengurus pendidikan anak-anak mereka. (AMR)

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar