Selasa, 07 April 2009

Investasi HTI Capai Rp24 Triliun


BISNIS hutan tanaman industri (HTI) masih menarik bagi investor. Buktinya, di tengah krisis finansial investasi baru HTI sudah mencapai Rp24 miliar.


Direktur Bina Pengembangan Hutan Tanaman Departemen Kehutanan (Dephut), Bejo Santoso mengungkapkan, sejak tahun 2008, realisasi investasi baru HTI mencapai Rp24 triliun dari tiga perusahaan. Investasi 21 perusahaan lain juga siap senilai Rp10,7 triliun tahun ini. "Tiga perusahaan sudah memperoleh izin definitif HTI adalah PT Taiyoung Engreen, PT Inni Joa, dan PT Selaras Inti Semesta," katanya di Jakarta, Rabu(18/3).


Ketiga perusahaan itu, dua perusahaan asing dan satu lokal. Ketiganya mampu menyerap 1.769 tenaga kerja tetap dan 14.176 tenaga kerja tidak tetap. PT Taiyoung Engreen (Korea Selatan) memperoleh hak konsesi seluas 59.981 hektare di Kalimantan Tengah, PT Inni Joa (Korea Selatan) mendapat 28.721, 12 hektare di Kalimantan Selatan dan PT Selaras Inti Semesta (lokal) mendapat seluas 259.475 hektare di Papua.


"Prospek bisnis HTI memang menjanjikan, ini dibuktikan masih banyak proses permohonan HTI sejak 2008. Investasi hutan tanaman juga menyerap banyak tenaga kerja."


Total dana yang siap ditanamkan 24 perusahaan HTI mencapai Rp35,6 triliun dengan areal 1,3 juta hektare. Selain tiga perusahaan yang sudah mendapat izin definitif, lima perusahaan mendapat surat persetujuan prinsip kedua dan 16 perusahaan mendapat surat persetujuan prinsip pertama.


Dia yakin, dengan banyaknya pemohon investasi HTI, target pemerintah membangun HTI seluas 5 juta hektare pada 2009 tercapai. "Masih ada beberapa pemohon (investor) yang izin masih diproses dan dikaji sampai nanti keluar SK definitif dari Menhut."


Menteri Kehutanan, MS Kaban yakin percepatan HTI bisa terealisasi, juga hutan tanaman rakyat (HTR) yang memiliki alokasi dana khusus dari dana reboisasi (DR) yang dicadangkan Rp3 triliun. "Kebijakan HTI ini memang untuk menyiapkan bahan baku industri dari sumber legal dan lestari. Jadi penggunaan hutan alam tak lagi menjadi fokuskan," ucap Kaban.


Kebijakan HTI, memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dengan mendorong ekspor hasil hutan kayu dan investasi baru. "Yang pasti, pembangunan HTI mampu menyediakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan sekaligus menjaga kelestarian hutan dan lingkungan."


Kutipan: Total dana yang siap ditanamkan 24 perusahaan HTI mencapai Rp35,6 triliun dengan areal 1,3 juta hektare.


SUMBER


Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar