Sabtu, 16 Mei 2009

Harga Batubara

JAKARTA.

Aura kekhawatiran penurunan harga batubara nasional sangat kental belakangan ini. Hal tersebut diperparah perilaku konsumen batubara.

"Para pembeli batubara belakangan ini senang berlama-lama menunggu harga turun dan kemudian membeli di harga terendah," ujar Jeffrey Mulyono, Ketua Asosiasi Produsen Batubara Indonesia (APBI).

Namun, ia memperkirakan, pada 2009 tidak akan ada banyak koreksi harga dibandingkan dengan yang terjadi di 2008. Menurut Jeffrey, harga batubara sepanjang tahun 2008 cukup keterlaluan. Maksudnya, terlampau rendah. "Sangat dekat dengan bottom," cetus dia. Itulah sebabnya, ia memprediksi harga si hitam masih akan berfluktuasi dengan besaran kenaikan ataupun penurunan hingga 10% pada tahun 2009.

Pemerintah memproyeksikan produksi batubara pada tahun 2009 sebesar 236 juta ton. Dari total produksi tersebut, 28,6% dipakai untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri lewat beleid domestic market obligation (DMO).

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar