Sabtu, 16 Mei 2009

Harga Jual Batubara

Jakarta - Pemerintah mensinyalir ada banyak Kuasa Pertambangan (KP) yang masih menjual harga batubara di bawah harga pasar.

Sehingga pemerintah menilai perlu menetapkan patokan terendah harga batubara yang diproduksi di Indonesia setiap bulannya.Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan dalam media briefing 'Potensi Batubara Untuk Ketahanan Energi Nasional' di Gedung Ditjen Minerbapum, Jakarta, Senin (16/2/2009).

"Kami mensinyalir dari KP yang bayar royalti ke pemerintah, banyak yang menjual harga di bawah standar," ujar Bambang.

Patokan harga terendah batubara yang akan diatur dalam Peraturan Pemerintah ini akan mengacu pada sejumlah indeks seperti ICI (Indonesia Coal Index), Platts dan Barlow Jongker.

"Harga patokan batubara akan kami tetapkan berdasarkan harga Indeks seperti ICI, Platts dan Barlow Jongker. Harga ini akan ditetapkan tiap bulan untuk setiap ranking, kami tetapkan minimun price tapi tidak boleh di bawah itu," tambahnya.

Jika sampai ada perusahaan yang masih menjal batubara di bawah harga patokan terendah, maka harus menegosiasi ulang agar harga jual batubaranya sesuai dengan patokan.

"Kalau ada yang jual lebih rendah dari itu maka kami akan minta untuk melakukan negosiasi lagi agar menjual sesuai dengan harga minimum price," ungkapnya.

Dengan adanya aturan penetapan harga batubara, imbuh Bambang, maka seluruh harga jual batubara akan relatif sama. Harga batubara dalam negeri pun diharapkan bisa stabil."Jadi dengan patokan yang kami kirimkan setiap bulan, maka kami bisa menjaga harga batubaranya," ungkapnya.Bambang menambahkan, implikasi penerapan harga patokan terendah ini akan sama menariknya dengan harga ekspor. Sehingga pemerintah optimistis akan tercapai optimaliasai pendapatan negara dan meningkatkan keamanan pasokan batubara dalam negeri.

Bambang menambahkan jika konsumen dalam negeri khususnya sektor pembangkitan listrik merasa harga batubara terlalu mahal, maka pemerintah perlu memberikan subsidi kepada perusahaan pembangkit listrik.

"Tetapi bukan dengan memurahkan harga batubara," jelasnya.Pada kesempatan yang sama, sekretaris Dirjen Minerbapum, Witoro Soelarno membenarkan adanya praktek banting harga yang dilakukan KP dalam menjual batubara. "Bahkan ada beberapa KP yang menjual US$ 5 dolar per ton," tandasnya.(epi/lih)

Sumber

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar