Sabtu, 16 Mei 2009

Wapres Yusuf Kalla Marah Juga

Wapres Marah, Laporan Keuangan Negara Berantakan

JAKARTA, RABU - Pada awal masa jabatan sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengaku sempat terkejut, bahkan marah saat mengetahui bentuk laporan keuangan negara yang berantakan, mirip buku kas toko.

Kala itu Wapres baru lima hari memegang jabatan dan ingin mengetahui laporan keuangan negara dengan harapan bisa memahami perkembangan ekonomi terakhir. "Saya terkejut. Laporannya seperti laporan toko," kenang Wapres seusai memberikan penghargaan kepada 13 kementerian negara/lembaga atau pemerintah kota sebagai peraih laporan keuangan terbaik di Jakarta, Rabu (16/7).

Parahnya, setelah dimintakan perbaikan atas laporan tersebut, hasilnya tetap tidak jauh berbeda. Hal ini mengundang kemarahan Wapres. "Dalam laporan masak digabung dollar, yen, euro, seperti jambu tambah kambing. Saya marah dan saya lempar," kata Wapres.
Wapres menilai, laporan keuangan negara yang diterimanya kala itu sangat konyol dan tak bisa memetakan kekuatan keuangan Indonesia. Sebagai tindak lanjutnya, Wapres lantas meminta Menkeu —yang kala itu dijabat Jusuf Anwar— untuk berpikir konservatif, dengan pandangan yang jauh berbeda antara mengurus negara dan perusahaan.

Berkaitan dengan pengalamannya itu, Wapres berharap para penerima penghargaan dapat mempertahankan prestasinya. Sementara kementerian negara/lembaga dan pemda lainnya bisa melakukan hal yang sama dalam laporan keuangan tahun 2008 ini. Menurutnya, hal tersebut diperlukan untuk mewujudkan perbaikan sistem keuangan negara/daerah.

Menkeu Sri Mulyani yang saat ini merangkap jabatan menjadi Pelaksana Tugas Menko Perekonomian ikut berkomentar soal istilah konservatif dari Wapres. Ia menerangkan, konservatif menyimpan arti Menkeu harus tegas dalam perhitungan anggaran. "Enggak setiap kali ada sesuatu langung bilang iya, iya. Nanti perhitungan anggarannya tidak akurat. Jadi, kalau ada proposal dan pengeluaran harus dikaji dengan baik," ujar Sri Mulyani.

Sumber

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar