Jumat, 28 Agustus 2009

Indikasi Adu Domba Malaysia Indonesia


JAKARTA - Pemerintah menilai terdapat pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi untuk mengadu dan memperkeruh suasana dalam hubungan Indonesia dan Malaysia melalui sebuah blog.

Demikian diungkapkan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal kepada para wartawan usai salat Jumat, di halaman Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2009).

Namun saat ditanyakan siapa pihak ketiga yang dimaksudnya, Dino mengelak. "Saya tidak bisa berspekulasi," ucapnya.

Maka itu Dino kepada semua pihak untuk tidak memanas-manasi masalah ini. Jangan sampai hubungan antar negara terganggu oleh satu blog yang tidak jelas asal-usulnya.

"Jadi hati-hati jangan memanas-manasi publik. Ini bulan Ramadan jagalah emosi," ucapnya.

Menurut Dino, pemerintah Indonesia termasuk Malaysia pada dasarnya tidak setuju, cara-cara memanas-manasi hubungan di antara Indonesia-Malaysia. Karena hal ini bisa saja terjadi pada Indonesia sendiri.

"Kita harus arif dan bijaksana. Karena hubungan Indonesia dengan Malaysia, hubungan kita dengan negara manapun tidak bisa segampang itu diganggu oleh suatu blog yang tidak jelas," tandasnya.

Beberapa hari belakangan masyarakat Indonesia dikejutkan berita dari dunia maya. Pertama terkait penjualan tiga pulau di Kepulauan Mentawai, dan kedua soal lagu nasional Indonesia Raya diplesetkan secara kasar dan diunggah salah satu blog. Soal plesetan lagu yang menjadi pengiring pengibaran bendera Merah Putih, sangat jelas menusuk perasaan bangsa Indonesia.

Dari bahasa plesetan Indonesia Raya, secara jelas menggunakan logat Malaysia. Terang ini membuat hubungan Indonesia-Malaysia semakin panas. Padahal sebelumnya, hubungan kedua negara serumpun ini masih memanas karena iklan Visit Malaysian Year 2009 yang mengklaim Tari Pendet Bali sebagai tarian karya bangsanya.(hri)

Itulah kutipan berita dari www.okenews.com
Sebaiknya kita semua kembali untuk merenungkan dengan baik apa yang sebenarnya sedang terjadi, sebab bagi kita mengetahui secara pasti dan lengkap suatu peristiwa itu sesuatu hal yang mustahil.
Beberapa fakta:

  1. Malaysia dan pemerintah bersikap terlalu arogan terhadap masyarakat Indonesia, mungkin tidak semuanya tetapi sebagian besar begitu.
  2. Masyarakat Malaysia bisa merasa berbangga terhadap bangsanya dengan menghina atau menginjak bangsa lain, lihatlah diberbagai forum, umumnya orang Malaysia itu menganggap bangsa lain itu rendah.
  3. TKI disatu sisi oleh bangsa Malaysia dianggap sebagai hal bisa dijadikan dasar untuk menganggap bangsa Indonesia miskin, dan mereka (malaysia) menghinakan Indonesia dengan TKI-nya. Tapi disisi lain sebenarnya keberadaan TKI di Malaysia itu dibutuhkan oleh mereka, tetapi manfaat keberadaan TKI disana sepertinya dinafikan oleh kebanyakan rakyat Malaysia.
  4. Banyak sekali bisnis Malaysia yang berada di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar Utama mereka, itu artinya kegiatan usaha Malaysia memerlukan peranan Indonesia sebagai user. Bisnis Malaysia yang masuk Indonesia umumnya adalah bisnis Multi Level Marketing, kenapa mereka memilih model penjualannya dengan model MLM, ya karena model seperti ini menguntungkan bagi produsen (malaysia) dan merugikan negara, minimal dalam hal ini negara dirugikan dari sisi PAJAK. Bayangkan berapa banyak sektor bisnis di Malaysia yang akan hancur jika Indonesia memboikot produk-produk malaysia.
  5. Klaim berbagai karya cipta bangsa Indonesia oleh Malaysia menunjukan betapa rendahnya Indonesia di mata Malaysia, jika dalam tari pendet pemerintah manyatakan itu iklan buatan pihak Swasts sesungguhnya itu pukulan yang lebih berat bagi Indonesia karena itu artinya sampai Isntitusi swasta-pun di Malaysia itu sudah tidak lagi menghargai Indonesia.
  6. Malaysia menguasai lahan di Indonesia dengan jumlah mencapai puluhan ribu hektar di Indonesia melalui perkebunan kelapa sawitnya, sebuah penguasaan wilayah tanpa konfrontasi apapun dari bangsa Indonesia karena "kepentingan investasi" untuk jangka waktu yang cukup lama yaitu 25 Tahun.

Berita Terkait



1 komentar:

Iklan Gratis mengatakan...

menyikapi banyaknya permasalahan yang menyangkut kedua bangsa bertetangga ini, sudah saatnya semua pihak berpikir secara jernih. namun bukan berarti dalam hal ini bangsa Indonesia mudah dikalahkan begitu saja. semuanya harus diselesaikan sesuai dengan porsi yang seharusnya. perlu upaya lebih dari pemerintah Indonesia agar tidak selalu menjadi pihak yang dirugikan karena lemahnya diplomasi.
Iklan Gratis

Posting Komentar