Senin, 17 Agustus 2009

Inilah Alasan, Mengapa Malaysia Dituding Sebagai Biang Teror di Indonesia

Maubaca.com.- “Bangsa Serumpun” seringkali terdengar dianalogikan saat Bangsa Indonesia dan Malaysia mengalami riak ketegangan. Dua suku kata tersebut ternyata membuat sebagian masyarakat Indonesia menjadi mahfum untuk tidak memperpanjang masalah dengan Malaysia meskipun yang pertama kali membikin ulah tak lain dari pihak Malaysia.

Semenjak reformasi terjadi di Indonesia, serangan terror yang dilakukan oleh Malaysia semakian nyata dan intensitasnya juga meninggi. Ketegasan Pemimpin Indonesia sama sekali tidak terlihat meskipun terror tersebut begitu nyata dan menyakitkan bangsa Indonesia.

Baru-baru ini terror bom di Indonesia terjadi lagi dengan meledaknya dua hotel internasional dikawasan mega Kuningan Jakarta. Banyak pihak menduga otak pelaku bom tersebut dilakukan oleh warga Malaysia yang tak lain teroris kawakan Noordin M Top.

Mengapa Malaysia dituding sebagai biang teror di Indonesia, inilah alasanya:


1. Puluhan kali kapal-kapal perang milik Malaysia masuk ke wilayah perairan Indonesia, diantaranya wilayah Ambalat dan perbatasan di Kalimantan. Meskipun Pemerintah Indonesia sudah berpuluh-puluh kali melayang nota protes diplomatic, kejadian pelanggaran wilayah tetap saja dilakukan oleh pihak Malaysia.

2. Beberapa wilayah Indonesia sudah diklaim dan akan diklaim sebagai wilayah Malaysia. Salah satu wilayah yang sudah menjadi milik Malaysia yakni pulau Sipadan yang dimenangkan Malaysia dalam sidang Arbitrase Internasional.


3. Beberapa tapal batas antara Malaysia dan Indonesia yang berada di wilayah Kalimantan bergeser kedalam wilayah Indonesia yang mengakibatkan luas wilayah Malaysia bertambah. Pergeseran ini diduga dilakukan oleh oknum-oknum Malaysia untuk menguasai produksi kayu yang ada diwilayah Kalimantan.


4. Perusakan hutan dan pencurian kayu diwilayah perbatasan Kalimantan hampir seluruhnya di otaki oleh pengusaha-pengusaha Malaysia dengan memanfaatkan masyarakat setempat sebagai pelaku lapangan.

5. Pemerintah Malaysia jauh lebih takut dengan keberadaan TKI di negeri Jiran tersebut dibandingkan dengan keberadaan teroris. Hal ini dibuktikan dengan kerapnya Pemerintah Malaysia melakukan rahasia-rahasia terhadap warga Negara Indonesia yang berada di Malaysia. Meskipun masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia mempunyai dokumen lengkap, banyak juga dari mereka yang tetap dianggap pendatang illegal dan terpaksa dibui.

6. Puluhan bahkan ratusan kasus penganiyaan TKI dan TKW di Malaysia tidak mendapat perlindungan dan kepastian hukum. Banyak dari mereka yang pulang ke Indonesia cacat seumur hidup dan bahkan sudah menjadi mayat.

7. Hasil kebudayaan dan seni Indonesia banyak sekali yang diklaim oleh Malaysia, dan secara terang-terangan mereka mengakui semuanya merupakan hasil karya bangsa Malaysia.

8. Hampir semua pelaku terror bom di Indonesia diotaki oleh teroris berkebangsaan Malaysia, dan sampai saat ini belum ada kebijakan tegas dari Pemerintah Malaysia untuk bekerjasama menangkap pelaku yang sampai saat ini berkeliaran di Indonesia.


Beragam fakta diatas, seharusnya Pemimpin di Negeri ini lebih tegas menghadapi Malaysia. Indonesia akan tetap dianggap sebagai bangsa lemah jika pemimpin negeri ini mulai kehilangan rasa nasionalisme dengan alasan “Bangsa Serumpun”.

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar