Minggu, 02 Agustus 2009

Ringa Back Tone Mbah Surip

Penghasilan Mbah Surip Rp82 Miliar!

Mbah Surip (GATRA/Edward Luhukay)Cipayung, 3 Agustus 2009 09:30
Setelah dihitung-hitung dan kembali dihitung, Mbah Surip menyatakan, penghasilannya dari ringback tone (RBT) lagu Tak Gendong, telah mencapai Rp82 miliar! "Tapi saya belum terima," keluhnya.

"Secara simbolis, dan terlihat oleh `kaca mata` saya, penghasilan RBT ini sudah mencapai Rp82 miliar!" ujar kakek bernama asli Urip Aryanto ini, di sela-sela acara syukuran Kampung Artis Management (KAM), belum lama ini di Cipayung, Jakarta.

"Tapi belum diterima (uangnya). Saya sudah liat hitung-hitungannya di komputer. Sama teman saya, Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika M Nuh), saya diajak untuk datang ke kantornya, lalu kita mulai menghitung," tutur Mbah Surip.

Pencapaian penghasilan hingga puluhan milyar tersebut, menurut lelaki eksentrik itu, menjadi salah satu pertimbangannya untuk mengikatkan diri dengan KAM, agar semua urusan pekerjaannya sebagai entertainer, dapat tertata rapih.

Selama belasan tahun, kawasan Kampung Artis di Cipayung, Jakarta Timur, sudah menjadi tempat langganannya untuk "rebah-rebahan". Mbah Surip mengaku tak punya rumah di Jakarta. Sugama Trisnadi, bos KAM, kata Mbah Surip, adalah orang yang mau menampungnya hingga akhirnya diikat kontrak secara profesional.

"Mudah-mudahan tidak ada salah paham dan terus abadi, sampai mati!" tanggap pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, tersebut.

"Mudah-mudahan tidak ada berbenturan ide, pemikiran, dan harus bekerja tulus apa adanya dan otodidak," tambahnya.

Selain sudah punya orang-orang yang mengatur kegiatannya secara profesional, dengan penghasilan yang mencapai milyaran rupiah, KAM pun membelikan Mbah Surip sebuah rumah dan sebuah mobil. Rumah baru tersebut, kata Mbah Surip, juga berada di lingkungan Kampung Artis. "Sudah kerasan (betah) di sini," tuturnya, mengenai pemilihan lokasi rumah barunya itu.

"Rumah dan mobil ini, yang dijadikan hadiah, ya mudah-mudahan bisa cepat balik nama ya! Ha... ha... ha...!"

Meski suka ceplas-ceplos dalam berbicara, namun Mbah Surip dan Sugama punya aturan yang ketat dalam kontrak kerjasama yang diteken dan berlaku sejak 1 Juli 2009 itu. Pria yang memiliki tawa khas itu menuturkan, kontrak ekslusif tersebut berlaku selama tiga tahun, dengan sistem persentasi pembagian 60% untuk Mbah Surip dan 40% untuk KAM.

Kontrak baru tersebut tidak berlaku atas royalti lagu Tak Gendong dan Bangun Tidur, dua lagu yang kini digandrungi masyarakat. Ringkas cerita, KAM tak akan mencampuri kesepakatan yang pernah diteken Mbah Surip sebelum tanggal 1 Juli 2009.

Yang pasti, Mbah Surip, bersama KAM, telah terikat dengan sejumlah pihak untuk manggung di berbagai kota di Tanah Air, dan berencana untuk merilis sebuah album. [EL]
Sumber http://www.gatra.com/artikel.php?id=128849

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar