Minggu, 23 Agustus 2009

Seniman Bali Protes Tari Pendet Diklaim Malaysia

DENPASAR - Seniman Bali tidak terima Tari Pendet diklaim Malaysia. Tindakan itu dinilai sebagai pencurian atas kekayaan budaya masyarakat Bali.

Sikap tidak terima itu diungkapkan dengan menggelar aksi protes di Taman Budaya Denpasar, Jalan Nusa Indah Denpasar, Sabtu (22/8/2009). Selain para seniman, ikut pula sesepuh penari Bali, akademisi, dan para wakil rakyat. "Sudah ratusan tahun masyarakat Bali memainkan Tari Pendet," ujar seniman tari Wayan Dibia.

Dibia mengungkapkan, pada awalnya Tari Pendet merupakan tarian sakral untuk ritual keagamaan. Namun pada 1950, tarian itu boleh digunakan untuk tari penyambutan tamu dengan sebutan Tari Pendet Puja Astuti. Oleh penciptanya, Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi, Tari Pendet digunakan sebagai pertunjukan turistik di Bali Hotel Denpasar.

Kemudian pada tahun 1961, Tari Pendet dikembangkan koreogafinya dengan komposisi lima hingga tujuh penari. Penyempurnaan itu lagi-lagi mendapat apresiasi. Bahkan pada tahun 1962, Tari Pendet dipertontonkan secara kolosal dengan komposisi 800 penari dalam pembukaan Asian Games di Jakarta.

Anggota DPD RI dari Bali Ida Ayu Agung Mas menegaskan, siap membawa aspirasi seniman Bali ke pusat untuk menjadi protes resmi dari lembaga negara di Indonesia. Dia mengaku prihatin atas klaim Malaysia terhadap Tari Pendet.

"Dalam waktu dekat kami akan sampaikan protes resmi kepada Kedutaan Malaysia di Indonesia untuk minta klaim itu segera dicabut," tandasnya.

Ayu Mas juga meminta pemerintah mendata ulang kekayaan budaya nusantara yang terpencar untuk secepatnya diberikan perlindungan melalui penerbitan hak cipta. "Kasus-kasus serupa sebelumnya, seharusnya menyadarkan pemerintah untuk cepat bertindak," ujarnya.

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar