Rabu, 23 Desember 2009

Demo Tuntut Perekayasa Hasil Ujian Penerimaan Pegawai Negeri Sipil Ditahan

TEMPO Interaktif, Kediri - Sedikitnya 100 massa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kediri mendatangi kantor Kepolisian Resor Kota Kediri. Mereka menuntut penahanan panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil yang terlibat rekayasa hasil ujian.
Setelah berjalan kaki menyusuri jalur utama kota, massa berhenti di depan markas Polresta Kediri. Di depan belasan anggota polisi yang menjaga ketat aksi itu, para pengunjuk rasa berorasi mendukung pengusutan kecurangan di tubuh panitia penerimaan CPNS. “Kami menuntut penahanan pejabat Pemkot yang terlibat kecurangan ini,” kata Ketua IPK Tomi Ari Wibowo, Rabu (23/12).
Tomi mengatakan kabar ditemukannya hasil ujian ganda oleh PT Lapi ITB selaku pembuat soal dan pengoreksi ujian membuat para peserta ujian resah. Apalagi Wali Kota Samsul Ashar langsung mengumumkan pembatalan penerimaan 443 calon PNS yang sudah dinyatakan diterima oleh Badan Kepegawaian Daerah.
Hal ini mengundang kecurigaan adanya makelar penerimaan pegawai di dalam tubuh kepanitiaan. Apalagi polisi memutuskan untuk melakukan penyelidikan kepada panitia mulai tahap pendaftaran hingga penerimaan. “Kami mendukung polisi mengusut kasus ini,” kata Tomi.
Selain itu massa juga menanyakan penggunaan dana Rp 500 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2009 yang habis untuk membiayai rekruitmen hingga dua kali. Sebab dana tersebut pada kenyataannya mengambil alokasi penanganan bencana alam. Jika hasil ujian kedua ini tetap tidak diakui, mereka khawatir pemerintah akan kembali meminta anggaran untuk melakukan ujian ketiga.
Usai menyerahkan pernyataan sikap kepada Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Komisaris Polisi Kuwadi, massa bergerak menuju Balai Kota Kediri. Mereka mendesak Asisten Wali Kota Kediri Maki Ali, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Semeru Singgih, dan Ketua Panitia rekruitmen Budi Astowo mundur dari jabatannya.
Technorati Tags: , , , , , , 43 Things Tags: , , , , , ,

Berita Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar